Pages

Sunday, May 8, 2011

Kisah Sukses Pocari Sweat di Jepang (Sejarah Pocari Sweat)

Pernahkan kamu bertanya-tanya, Pocari Sweat berasal dari mana? Bagaimana minuman ini menjadi populer? Rasa Pocari Sweat apa sih? Semua pertanyaan itu terjawab di sini. Mari kita simak lebih lanjut.


Minuman ion kita, Pocari Sweat (ポカリスエット), tercipta dari:

  • tekad penerus Otsuka Pharmaceutical, Akihiko Otsuka, untuk menciptakan produk terkenal seperti yang telah dilakukan oleh ayahnya (Masahito Otsuka).
  • ide yang diberikan oleh Rokuro Harima, penanggungjawab pengembangan minuman di perusahaan Otsuka Pharmaceutical.
  • usaha keras seorang peneliti muda Akihisa Takaichi dalam mengembangkan minuman ion ini.
  • cara cerdas yang dilakukan oleh Jiro Tanaka, kepala marketing Otsuka Pharmaceutical dalam mengenalkan Pocari Sweat pada masyarakat Jepang.
"Saya pun pasti akan menciptakan produk yang belum pernah ada"
Akihiko Otsuka
Ide minuman ion ini berasal dari pengalaman Prof Rokuro Harima saat melakukan survey di Mexico. Waktu itu beliau mengalami diare dan diperparah karena di Mexico belum tersedia supply air bersih yang memadai (serta fasilitas rumah sakit belum lengkap). Sebagai pengganti air, saat diopname, dokter meminta Harima untuk meminum obat dengan soda. Harima merasa prihatin, masalah diare ini akan mudah diselesaikan bila rumah sakit memberikan infus kepada pasien. Tapi berdasarkan pengalaman ini, Harima memiliki ide untuk menciptakan 'infus yang dapat diminum'. Ide ini diperkuat dengan pengalamannya yang lain, ia pernah melihat seorang dokter meminum infus setelah melakukan operasi selama berjam-jam.

Pada tahun 1973, beliau mengutarakan idenya kepada Akihiko Otsuka, yang saat itu masih menjabat sebagai kepala pabrik Tokushima namun ditolak karena Akihiko merasa timingnya belum tepat.

Trend olah raga Jogging
3 tahun kemudian, pada 1976, Akihiko Otsuka telah menjadi Presiden Direktur di Otsuka Pharmaceutical Co. Ltd. Pada waktu yang bersamaan muncul sebuah peluang potensial untuk menciptakan minuman kesehatan, karena trend jogging makin populer di Jepang. Presiden Direktur Akihiko memberikan tugas penelitian minuman kesehatan ini kepada Rokuro Harima dan anak buahnya, Akihisa Takaichi. Harima menyerahkan tugas penelitian minuman kesehatan ini kepada Takaichi dengan harapan Takaichi dapat memikul masa depan perusahaan. Di bawah bimbingan Harima, Takaichi berusaha menciptakan infus yang dapat diminum dan memiliki rasa yang enak.

Dengan semangat, Takaichi melakukan penelitian sederhana untuk melihat komposisi cairan yang hilang dari tubuh, yaitu keringat. Ia mengumpulkan 2 jenis sampel keringat:
  1. keringat yang dihasilkan saat melakukan aktifitas berat (berolahraga, sauna, dsb)
  2. keringat yang dihasilkan saat melakukan aktifitas ringan (berjalan, dsb)
Ia menemukan perbedaan kadar ion natrium dari 2 sampel tersebut (lihat gambar)

Grafik Kadar Konsentrasi Natrium dalam Keringat

Berdasarkan penelitian itu, Takaichi memutuskan untuk membuat minuman ujicoba dengan mengikuti komposisi keringat saat beraktifitas ringan. Takaichi memperislahkan Harima untuk menguji minuman yang ia buat. Dan hasilnya... Mengecewakan. Natrium menyebabkan minuman menjadi asin, Kalium memberikan rasa pahit, Harima kembali menegaskan bahwa yang akan mereka ciptakan adalah minuman kesehatan, bukan obat.
"Rasa pahit seperti ini tidak bermasalah kalau diminum sebagai obat. Tetapi, apa yang ingin kami ciptakan ini adalah minuman ringan. Jadi, jangan lupakan itu."
Rokuro Harima 

Takaichi terus memikirkan penelitian ini, lebih dari 1000 kali percobaan telah dilakukan. Menginjak tahun 1979 (hampir 3 tahun sejak Takaichi melakukan penelitian), minuman yang disukai masyarakat pada masa itu adalah minuman manis dengan kadar gula lebih dari 12%. Takaichi mencoba membuat minuman yang dikembangkannya sesuai dengan selera masyarakat dan meminta Presiden Direktur Akihiko untuk mencobanya. Dan hasilnya sama saja, masih tetap ada rasa pahit. Tidak lama kemudian karyawan lain juga datang ke tempat Presiden Direktur Akihiko dan menunjukkan sampel minuman serbuk yang dikembangkannya. Akihiko masih sama dengan pendapat sebelumnya, "minuman ini masih belum sempurna", kata Akihiko.

Yang mengagetkan, Akihiko malah mencampur minuman ujicoba Takaichi dengan sampel minuman serbuk tadi. Tidak disangka-sangka, hasil campuran tersebut terasa enak, Akihiko mengatakan "ini baru enak."

Satu langkah lebih maju, Takaichi terus berusaha. Ia mencoba mencampur sampel minumannya dengan berbagai macam jeruk. Hingga saat ini, jenis jeruk yang menjadi rasa khas Pocari Sweat masih dirahasiakan. Saat ujicoba terakhir, Akihiko menetapkan, "ini yang kuinginkan. baik, dengan rasa ini saja."



arti nama Pocari Sweat
Presiden Direktur mencoba mengenalkan minuman ini kepada jajaran direksi perusahaan. Walaupun mendapatkan tanggapan negatif, beliau tetap optimis dan memutuskan perusahaan tetap memasarkan produk ini. April 1980, karyawan marketing yang dipimpin oleh Jiro Tanaka mulai menjual Pocari Sweat melalui berbagai cara:
  • menawarkan secara langsung kepada pedagang eceran
  • menjual Pocari Sweat secara eksklusif dengan membuka kios di berbagai event
bukannya sukses, pembeli merasa kecewa karena rasa Pocari Sweat yang 'tidak biasa' (asin sekaligus manis berpadu dengan jeruk yang harum). Kegagalan ini disampaikan kepada Akihiko, dengan mantap ia mengubah strategi pemasaran, dengan cara membagikannya secara gratis! Tanaka dan seluruh staf marketing terkejut begitu mendengar keputusan tersebut, tetapi mereka tetap melaksanakan tugasnya sebaik mungkin.


Berbeda dengan cara sebelumnya, seluruh anggota marketing membagikan Pocari di tempat-tempat strategis. mereka membagikannya di:
  • lapangan olahraga
  • tempat sauna
  • di tempat yang berpotensi menyebabkan orang mudah berkeringat
Pada saat membagikan, staf marketing juga memberikan edukasi sederhana kepada konsumen. Mereka menjelaskan, saat beraktifitas, tubuh akan berkeringat dan kehilangan cairan. Tubuh kita yang 60%-nya terdiri atas air, membutuhkan air untuk menggantikan cairan yang hilang.

Bagan Komposisi Tubuh
"Pocari Sweat itu, mirip dengan cairan tubuh"
Jiro Tanaka 

Operasi pembagian gratis di seluruh Jepang ini dilanjutkan hingga sepanjang tahun 1980. Sebenarnya hal ini sempat ditentang oleh anggota perusahaan, namun dengan bijak Presiden Direktur menjawab:
"Yang penting adalah bukan keuntungan sekarang, tapi masa depan. kalau sekarang menebarkan benihnya, pasti akan berbuah banyak di kemudian hari"
Akihiko Otsuka 

Waktu terus berjalan, pada tahun 1980 hasil penjualan Pocari tidak menunjukkan peningkatan signifikan (nilainya sekitar Rp 900 milyar). Namun keajaiban terjadi pada musim panas tahun berikutnya (tahun 1981), tiba-tiba penjualan Pocari Sweat melonjak hampir 3 kali lipat (Rp 2,6 Triliun) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sungguh pencapaian yang fantastis. Benih yang ditaburkan telah tumbuh... Masyarakat Jepang telah mengerti konsep dan manfaat Pocari Sweat.

Ingin tahu video lengkap sejarah Pocari Sweat? Videonya bisa dilihat di embeded video dalam artikel ini atau lihat langsung melalui Youtube:
atau full video History of Pocari Sweat http://youtu.be/Ye5iHnmz5XU

referensi: http://www.otsuka.co.jp/en/

2 comments:

kinikoyo said...

good info gan......

Yanagi said...

sama2 gan. semoga infonya bisa menginspirasi orang lain ^^

Post a Comment