Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Begitu banyak potensi yang dapat dikembangkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa. Salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan adalah membentuk bisnis Multi-Level Marketing. Walaupun berpotensi untuk berkembang, bisnis ini juga memiliki keterbatasan, cepat atau lambat perusahaan akan menemui titik jenuh (member lama kesulitan mencari member baru). Kejenuhan ini cenderung memicu distributor untuk melakukan segala cara agar bisa merekrut member baru meskipun cara yang dilakukan tidak sesuai dengan norma yang berlaku atau melanggar hukum karena tanpa merekrut member baru, bonus yang diperoleh tidak seberapa.
Multi-Level Marketing atau Network Marketing adalah sistem yang digunakan induk perusahaan untuk mendistribusikan barang atau jasanya melalui jaringan orang-orang bisnis yang independed (Roller 1989). Perusahaan ini berbeda dengan perusahaan lain karena menggunakan jaringan distribusi yang menempatkan pelanggan/member sekaligus sebagai distributor produk perusahaan MLM. Jenis perusahaan ini jarang sekali melakukan promosi melalui media dan mengalokasikan biaya promosi ke dalam biaya bonus bagi distributornya.
Perusahaan MLM memiliki suatu sistem yang harus diikuti oleh membernya. Dengan mengikuti sistem dan mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan, member/distributor akan memperoleh bonus dan hadiah sesuai dengan prestasi dan peringkat mereka. Peringkat ditentukan dari jumlah omset dan downline yang dimiliki.
Tianshi, satu perusahaan MLM yang berasal dari China ini masuk ke Indonesia pada tahun 2000-an. Sekitar 10 tahun berkembang di Indonesia, MLM yang bergerak di bidang kesehatan ini dikenal memiliki budaya organisasi yang buruk di mata masyarakat Indonesia. Pandangan buruk ini tercipta karena banyak masyarakat merasa tertipu atau dilecehkan oleh distributor Tianshi.
Hal yang diutamakan bagi member MLM Tiens Indonesia adalah mengikuti sistem yang ada dengan cara menduplikasi upline. Menduplikasi yang dimaksud di sini adalah meniru cara berpikir, sikap, dan paradigma berpikir upline masing-masing. Selain itu para downline dituntut untuk tidak mempercayai seluruh informasi yang diberikan dari luar jaringan uplinenya, sehingga downline yang terlanjur terpengaruh upline cenderung bersikap menutup diri terhadap informasi dari luar.
Selama menjalankan MLM ini, kegiatan yang paling banyak menyita waktu adalah merekrut member baru. Perekrutan ini seringkali dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan oleh upline dan downline cukup mengikuti apa yang dikatakan oleh upline tanpa berpikir lebih lanjut. Downline diminta untuk membuat daftar teman yang dibedakan menurut kemampuan ekonomi mereka, lalu calon member yang potensial dibujuk untuk mengikuti sebuah home meeting/presentasi pribadi/seminar Tianshi. Tentunya tanpa memberitahukan secara jelas mengenai apa yang akan dipresentasikan. Begitu calon member sudah diprospek (diajak bergabung), perekrut tidak segan-segan untuk memaksa calon member segera bergabung dan membayar 2 juta rupiah (sebagai biaya pendaftaran) dengan segala cara, salah satunya dengan membawa calon member ke tempat pegadaian untuk menggadaikan harta yang dimiliki (mulai dari handphone, laptop, hingga ijasah sekolah).
Dalam praktiknya distributor Tianshi Indonesia rata-rata tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Tianshi Pusat. Yang sering terjadi adalah merekrut anak di bawah usia 18 tahun, bersikap semaunya sendiri, tidak konsisten pada saat mempromosikan produk, memberikan informasi yang salah kepada pembeli produk Tianshi.
Masalah yang sering dikeluhkan adalah perilaku distributor Tianshi kurang etis dalam merekrut member baru. Contoh: saat seorang distributor merekrut member baru, biasanya distributor Tianshi Indonesia mengajak calon member baru untuk mengikuti suatu seminar bisnis dengan dalih ingin menawarkan kerja sama dalam bidang tertentu yang menjanjikan seperti bisnis pupuk, supermarket, dsb tanpa menyebutkan nama perusahaan secara eksplisit. Calon member yang tertarik pun datang ke seminar dengan ekspektasi tinggi, dan berakhir dengan kekecewaan karena isi seminar tidak sesuai dengan harapan. Rasa kecewa bertambah parah karena si pengundang memaksa-maksa calon member untuk bergabung dalam MLM Tianshi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Tiens Indonesia lebih giat merekrut anak-anak di bawah umur seperti anak SMP dan SMA dengan cara memanfaatkan kepolosan mereka dan mengiming-imingi hadiah berupa materi yang bernilai fantastis bila mereka mengikuti MLM ini.
Selain masalah perekrutan, distributor Tianshi sering melebih-lebihkan efek produk yang mereka tawarkan. Seperti yang kita tahu, suplemen merupakan zat tambahan yang boleh dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Yang terjadi, distributor Tianshi sering memberikan keterangan bahwa suplemen Tianshi dapat menyembuhkan penyakit tertentu dan memberikan kesaksian yang tidak jelas (informasi beredar dari mulut ke mulut tanpa bukti atau keterangan yang jelas). Terkadang distributor juga berani memberikan resep kombinasi suplemen yang sebaiknya dikunsumsi, lengkap dengan jumlah dan frekuensi konsumsi per hari. Hal ini tidak benar, dampak penggunaan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena diberikan oleh orang yang tidak kompeten di bidang itu.
Penyebab utama masalah di atas adalah sistem duplikasi. Downline diharuskan meniru dan menerima mentah-mentah apa yang dikatakan oleh upline tanpa boleh berpikir kritis. Sistem ini menyebabkan member Tianshi Indonesia seolah-olah menjadi suatu komunitas yang tertutup terhadap informasi dari luar. Mereka menyebut diri sebagai orang positif (yang benar, sukses, mau maju) dan orang di luar Tiens adalah orang negatif (orang yang sok sibuk, miskin dan sombong).
Lalu apakah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi masalah yang terjadi? Mengingat saat ini Distributor Tianshi Indonesia mengincar anak muda untuk dijaring menjadi member baru, kita perlu memberikan pengetahuan yang cukup terutama bagi anak SMA dan mahasiswa. Informasi ini dapat diberikan melalui media, seperti media cetak atau elektronik yang dikenal luas oleh anak muda. Dengan pemberitahuan ini, diharapkan tidak banyak anak muda terjerumus dan distributor Tianshi Indonesia sadar bahwa yang mereka lakukan tidak sesuai dengan syarat pendaftaran.
Dan bagi Tianshi pusat, perlu meningkatkan kontrol terhadap anak perusahaan dan jaringan MLM yang telah dibentuk. Selama ini Tianshi pusat terkesan tidak peduli dengan distributor/member MLM-nya. Kontrol bisa diberikan berupa sanksi bagi member yang melanggar perjanjian/kontrak yang telah disetujui pada saat member mendaftar menjadi distributor.
Usaha menyadarkan masyarakat, terutama di kalangan anak muda bertujuan untuk meminimalkandampak buruk yang disebabkan oleh buruknya budaya organisasi Distributor Tianshi Indonesia. Selain itu juga diharapkan tindakan konkrit dari Tianshi pusat untuk menanggulangi masalah-maslaah yang terjadi karena selama ini Tianshi pusat terkesan lepas tangan terhadap masalah ini. Jadi image Tianshi di masyarakat dapat diperbaiki dan memiliki daya saing terhadap perusahaan MLM yang lain.
Daftar Referensi:
- Roller, D.
1989 How to Make Big Money in Multi-Level Marketing. Prentice Hall. Hlm 3-5.
- Mondy, P. W.
2010 Human Resource Management 11th Edition. Pearson. Hlm 34-35.
Tulisannya masih kurang bagus ya?? Nanti akan diperdalam waktu skripsi...
10 comments:
wow... baru tau kalo sampai seperti itu...
aku juga ikt mlm itu tapi g ngalamin sampe segitunya sel,..
mungkin perlu ditambahin fakta2 biar tidak terkesan cenderung subjektif...
Iya, fakta2nya ada di www.tianshi-watch.org
sbenarnya pengen q kutip, tapi dosen'ny nglarang info yang dari internet, harus dari buku
Iya, fakta2nya ada di www.tianshi-watch.org
sbenarnya pengen q kutip, tapi dosen'ny nglarang info yang dari internet, harus dari buku
Iya, fakta2nya ada di www.tianshi-watch.org
sbenarnya pengen q kutip, tapi dosen'ny nglarang info yang dari internet, harus dari buku
Sebenarnya ada begitu banyak peluang untuk sucses di indonesia ini, tapi aku melihat pribumi malah cenderung pemalas ko. Bahkan aku melihat pendatang malah lebih giat mencari peluang dari pada pribumi yang kesannay pengen instan ja.
Mending ikut MLM asli Indonesia mas, ikut serta membuka lowongan kerja yang buat, menghemat devisa.
Klik ya di http://aoc.mlmonlineindonesia.com/
Produk mobile payment indonesia
Sharing blog anada sangat bagus karena fakta itu terjadi memang terjadi ketika saya mengikuti mlm ini, dan sekrang tidak lagi. MLM bukan merupakan kunci pemecahan terhadap finacial freedom karena mlm mempunyai upline dan downline sehingga tidak berbeda jauh dengan atasan dan bawahan. Upline di MLM pun dapat melakukan eksploitasi terhadap downlinenya ..... Kenapa tidak ????
Sharing blog anda merupakan fakta yang terjadi di lapangan. MLM tidak memiliki perbedaan dengan sistem kerja biasa, karena MLM juga tetap mengenal upline dan downline.
atau lebih baik ikutan MLM Oriflame Online aja di dBC Network. Lebih asik dan transparan. Semua bisa dikerjakan secara online. Bisa dikerjakan dirumah aja sambil dasteran, hehe..
www.d-matrix.biz
hehhehe mlm, meinpu lewat mulut
http://www.greenmindedteam.info
Post a Comment